
Jumat, 31 Oktober 2008
PERENCANAAN KEUANGAN BAGI MAHASISWA YG KOS
Mahasiswa yang kos biasanya karena letak rumah dan kampus jaraknya jauh. Karena jarang pulang, maka biasanya akan di kasih uang saku mingguan atau bulanan.
Agar uang yang dikirim cukup maka berikut adalah langkah-langkahnya dasar dalam mengelola keuangan yang dikirim setiap bulan adalah sbb:
1. Buat daftar pengeluaran, dan bagi pengeluaran tersebut menjadi pengeluaran wajib (pasti dikeluarkan tiap bulan) dan tidak wajib. Masing-masing pengeluaran diurut mulai dari yang paling penting dan paling urgent.
Pengeluaran wajib, contohnya adalah: sewa kamar, uang makan, transportasi (bagi yg naik kendaraan umum atau kendaraan sendiri), toiletris, buku & alat tulis, tabungan. Total pengeluaran wajib ini adalah 4/5 dari total penerimaan.
Pengeluaran tidak wajib, contohnya: telfon, warnet, dan rekreasi. Total pengeluara tidak wajib ini adalah 1/5 dari total penerimaan.
2. Gunakan sistem amplop. Caranya, ambilah amplop sebanyak jumlah pengeluaran wajib ditambah 1 amplop untuk pengeluaran tidak wajib. Selanjutya diberi nama di masing-masing amplop sesuai dengan nama pengeluaran wajib. Cara ini bertujuan agar tidak campur baur antara pos pengeluaran yang satu dengan yang lain.
Karena uang kiriman dari orang tua diterima sekaligus, amplop pos pengeluaran diisi saat menerima kiriman.
3. Untuk amplop pos tabungan, jumlahnya paling kecil 10% dari pengeluaran tidak wajib. Jangan melihat dari jumlahnya yang kecil, tetapi lihat dari keinginan untuk belajar menabung. Jika jumlah uang di amplop tabungan sudah sama dengan jumlah pengeluaran tidak wajib, maka setorkanlah ke tabungan Anda yang lain seperti ke bank. Kalau perlu membuka tabungan yang terpisah dari rekening tempat menerima kiriman uang, asalkan jumlah setoran tabungan per bulan besarnya 10 kali biaya tabungan. Tujuannya dipisahkan adalah supaya tidak tergoda untuk memakainya.
4. Jika ada anggaran pengeluaran wajib yang belum digunakan atau tidak habis untuk bulan ini, jangan dihabiskan untuk pengeluaran tidak wajib. Sebaiknya masukkan ke amplop tabungan.
5. Pertimbangkan untuk mendapatkan penghasilan tambahan, misalnya melakukan pekerjaan yang sifatnya tidak terikat atau pekerjaan paruh waktu. Dengan demkian untuk selanjutnya tidak perlu sepenuhnya tergantung dari kiriman orang tua.
Yang perlu diperhatikan bagi mahasiswa:
a. Bagi mahasiswa yang menerima uang mingguan, dimana hari minggunya pulang ke rumah, maka jumlah hari pengeluaran tetap dihitung dari senin sampai dengan minggu, yaitu 7 hari. Supaya masih tetap memiliki kelebihan uang yang bisa di tabungkan setiap minggunya.
b. Akan ada masanya tidak mendapat lagi uang saku, yaitu ketika sudah tidak kuliah karena libur semester atau karena sudah selesai kuliahnya, sehingga tidak lagi kos. Pada saat inilah manfaat dari adanya tabungan yang dapat digunakan untuk mengisi libur atau melamar pekerjaan atau jika cukup digunakan untuk wirausaha, tanpa harus memberatkan orang tua lagi.
c. Ketika terjadi defisit, maka yang perlu dilakukan adalah mengevaluasi pos pengeluaran mana yang mengalami pemborosan. Untuk selanjutnya harus dilakukan penghematan yang bijak.
Mahasiswa yang kos biasanya karena letak rumah dan kampus jaraknya jauh. Karena jarang pulang, maka biasanya akan di kasih uang saku mingguan atau bulanan.
Agar uang yang dikirim cukup maka berikut adalah langkah-langkahnya dasar dalam mengelola keuangan yang dikirim setiap bulan adalah sbb:
1. Buat daftar pengeluaran, dan bagi pengeluaran tersebut menjadi pengeluaran wajib (pasti dikeluarkan tiap bulan) dan tidak wajib. Masing-masing pengeluaran diurut mulai dari yang paling penting dan paling urgent.
Pengeluaran wajib, contohnya adalah: sewa kamar, uang makan, transportasi (bagi yg naik kendaraan umum atau kendaraan sendiri), toiletris, buku & alat tulis, tabungan. Total pengeluaran wajib ini adalah 4/5 dari total penerimaan.
Pengeluaran tidak wajib, contohnya: telfon, warnet, dan rekreasi. Total pengeluara tidak wajib ini adalah 1/5 dari total penerimaan.
2. Gunakan sistem amplop. Caranya, ambilah amplop sebanyak jumlah pengeluaran wajib ditambah 1 amplop untuk pengeluaran tidak wajib. Selanjutya diberi nama di masing-masing amplop sesuai dengan nama pengeluaran wajib. Cara ini bertujuan agar tidak campur baur antara pos pengeluaran yang satu dengan yang lain.
Karena uang kiriman dari orang tua diterima sekaligus, amplop pos pengeluaran diisi saat menerima kiriman.
3. Untuk amplop pos tabungan, jumlahnya paling kecil 10% dari pengeluaran tidak wajib. Jangan melihat dari jumlahnya yang kecil, tetapi lihat dari keinginan untuk belajar menabung. Jika jumlah uang di amplop tabungan sudah sama dengan jumlah pengeluaran tidak wajib, maka setorkanlah ke tabungan Anda yang lain seperti ke bank. Kalau perlu membuka tabungan yang terpisah dari rekening tempat menerima kiriman uang, asalkan jumlah setoran tabungan per bulan besarnya 10 kali biaya tabungan. Tujuannya dipisahkan adalah supaya tidak tergoda untuk memakainya.
4. Jika ada anggaran pengeluaran wajib yang belum digunakan atau tidak habis untuk bulan ini, jangan dihabiskan untuk pengeluaran tidak wajib. Sebaiknya masukkan ke amplop tabungan.
5. Pertimbangkan untuk mendapatkan penghasilan tambahan, misalnya melakukan pekerjaan yang sifatnya tidak terikat atau pekerjaan paruh waktu. Dengan demkian untuk selanjutnya tidak perlu sepenuhnya tergantung dari kiriman orang tua.
Yang perlu diperhatikan bagi mahasiswa:
a. Bagi mahasiswa yang menerima uang mingguan, dimana hari minggunya pulang ke rumah, maka jumlah hari pengeluaran tetap dihitung dari senin sampai dengan minggu, yaitu 7 hari. Supaya masih tetap memiliki kelebihan uang yang bisa di tabungkan setiap minggunya.
b. Akan ada masanya tidak mendapat lagi uang saku, yaitu ketika sudah tidak kuliah karena libur semester atau karena sudah selesai kuliahnya, sehingga tidak lagi kos. Pada saat inilah manfaat dari adanya tabungan yang dapat digunakan untuk mengisi libur atau melamar pekerjaan atau jika cukup digunakan untuk wirausaha, tanpa harus memberatkan orang tua lagi.
c. Ketika terjadi defisit, maka yang perlu dilakukan adalah mengevaluasi pos pengeluaran mana yang mengalami pemborosan. Untuk selanjutnya harus dilakukan penghematan yang bijak.
Kamis, 30 Oktober 2008
ECONOMIC VALUE ADDED DAN MARKET VALUE ADDED PERUSAHAAN YANG TERDIVERSIFIKASI DENGAN ADANYA TOTAL KOMPENSASI EKSEKUTIF
Kusmawati
Abstract
Ths study uses theoritical considertion to empirically the effect of diversification strategies, leverage, and firm size to economic and market value adder of firm. The population used was the public manufacture companies listed in the Indonesia Stock Exchange (IDX). Purposive sampling methode is used to selected sample and there were 34 companies which have to be sample of research. Moderat regression was used to test hypothesis. Data was collected by secondary methode from notes of financial statement and SWA Magazine.
This study show that level of diversification of bussiness have not effect to economic and market value added of firm. Level of diversification have effect to economic and market value added if used executive compensation as moderat varible. Keyword: Diversification, EVA, MVA and executive compensation
Kusmawati
Abstract
Ths study uses theoritical considertion to empirically the effect of diversification strategies, leverage, and firm size to economic and market value adder of firm. The population used was the public manufacture companies listed in the Indonesia Stock Exchange (IDX). Purposive sampling methode is used to selected sample and there were 34 companies which have to be sample of research. Moderat regression was used to test hypothesis. Data was collected by secondary methode from notes of financial statement and SWA Magazine.
This study show that level of diversification of bussiness have not effect to economic and market value added of firm. Level of diversification have effect to economic and market value added if used executive compensation as moderat varible. Keyword: Diversification, EVA, MVA and executive compensation
Langganan:
Postingan (Atom)

